Kamis, 15 September 2011
Pak Wali, Ini Serius Lho…
Palembang boleh saja bangga akan mall-mall yang menjulang. RS bertaraf ”dunia akherat”, hotel-hotel mewah nan megah. Dan masih banyak fasilitas kelas jet set lainnya. Sebenarnya tahu nggak? Semua fasilitas yang serba kelas wahid tersebut diperuntukkan untuk kalangan berduit. Bagi yang duitnya pas-pasan jangan pernah berharap bisa menikmati sajian Palembang itu.
Misalnya, bagaimana orang mau berobat ke RS Siloam, kalau tarif yang bakal dikenakannya diatas Rp100 Ribu per malam apalagi membawa kartu Jamkesmas. Jangan pernah bermimpi tidur di hotel Aston atau Novotel yang harganya Rp50 Ribu permalam. Apalagi berbelanja bebas hanya dengan membawa Rp25 Ribu di mall-mall yang akan dibangun nanti.
Palembang sepertinya hanya memikirkan kalangan berduit. Bagi kaum miskin dan penghasilan pas-pasan dilarang mendekat ke area publik yang disebutkan tadi. Lha kira-kira pernah terpikirkan nggak sih pak Wali menyediakan wahana bermain bagi warga Palembang berkumpul dan bersendagurau. Anak-anak lari kesana-kesini dengan riang mencoba wahana permainan.
Tidak usah muluk-muluk, seperti prosotan, ayunan, main ayun-ayunan saja. Sementara itu orang tua si anak berkumpul, bikini arisan dan saling silaturahim sembari menyaksikan anaknya bermain lepas. Ada nggak taman bermain di Palembang seperti itu?! Tapi diingat lho, wahana bermain tersebut adalah benar-benar milik warga Palembang dan bukan diswastakan! Kalau di swastakan, sudah banyak di pasar 16 Ilir boss...! Apalagi wahana bermain tersebut hingga parkirnya pun dibebaskan alias gratis.
Terpikirkan nggak sih para anggota dewan yang sangat terhormat memperjuangkan wahana bermain tersebut? Saat menyaksikan di televisi tentang wahana bermain kota yang dimiliki kota Malang, saya begitu iri. Betapa pedulinya pak Wako disana. Arena bermain anak-anak disana komplit-plit-plit nan spesial pakai telur.
Bahkan untuk memanjakan para warganya, pak Wako Malang disana membuat kran air yang bisa langsung diminum alias drinkable. Mau warganya minum sampai kembung pun tidak dilarang! Hehee.. Anak-anak Malang pun bisa minum puas setelah ”malek” (bosan) menjajal arena bermain.
Tidak berhenti sampai disitu, Satpol PP disediakan untuk memberikan rasa aman pada warganya. Di negara komunis seperti Laos saja, pas kebetulan saya sendiri pernah kesana saat meliput SEAG XXV. Di negara yang masih menganut paham komunis tersebut menyediakan ruang-ruangan terbuka dan arena bermain bagi warganya. Bahkan ada taman tengah kota yang halamannya digunakan anak-anak Laos bermain bola tanpa diusir Satpol PP.
Apakah masyarakat miskin di Palembang baru merasakan prosotan disaat TK dan PAUD tutup jam belajarnya? Apakah anak-anak ini kucing-kucingan dengan penjaga sekolah tersebut hanya untuk bermain ayunan? Sampai kapan kondisi ini terus dan akan berlangsung di kota tercinta ini? Mustahil kayaknya. Tapi Wallahualam. Siapa tahu pak Wako segera merespon cepat dan tergerak hatinya untuk segera merealisasikan impian masyarakat menengah kebawah. Aaamiiin.
Pak Dahlan Sering-Seringlah ke Maskarebet
Lebih dari 12 jam wilayah Maskarebet dan sekitarnya matot listrik alias mati total. Dari jam 8 pagi sampai jam 21.00 Wib belum juga teratasi. Ketika rekan saya menelpon ke PLN, disana dijawab baru pemeliharaan gardu yang ada di Talang Kelapa. Pertanyaan saya mencuat, itu pemeliharaan apa nyabuti tiang listrik. Masak, beneri gardu memakan waktu 12 jam. Mbangeti atau bahasa Rhoma Irama-nya Terlalu.
Apa yang dikirim petugas disana baru lulus sekolah? atau jangan-jangan lantaran kena hujan paginya, tiang listriknya menjadi licin. Dan mereka harus menunggu benar-benar kering tiangnya tadi. Hingga para pekerja bisa dinyatakan aman ketika harus menaikinya.
Sampai kejadian semalam, telpon saya terus berdering dari para tetangga ada apa gerangan ini? “Mas cobo ditelpon, apo dio maksud PLN ni,” kata tetangga depan rumah. “Madai mati listrik dari pagi sampai malem,” keluhnya lagi.
Tak berhenti sampai disitu, telpon saya pun kembali berdering. Kali ini sahabat yang ada di Kebun Bunga pun protes. “Benar-benar keterlaluan. Gara-gara mati lampu, tedmon banyu kosong. Belum lagi kipas dak idop. PLN pay*h,” gerutunya.
Sebenarnya kalau mau ditulis semuanya, umpatan dan cacian menghujam ke Perusahaan Listrik Negara ini. beruntunglah si penulis tidak sampai hati menulis umpatan-umpatan para tetangga dan rekan-rekan. Kalau mati lampu barang 2-3 jam, masih bisa ditolerir. Lha ini matinya sampai 12 jam lebih. Praktis, warga hanya bisa pasrah tanpa daya.
Namun berita gembira sedikit menyeruak ke telinga saya selang satu jam kemudian. Pukul 22.00 Wib, saya mendapatkan laporan dari tetangga bahwa kompleks sudah nyala lampunya. Sayangnya dibalik berita suka itu, terselubung berita duka yang sangat mendalam. Ternyata, lorong tempat saya tinggal masih mati lampu. Praktis sekitar 10 rumah masih gelap gulita. Jlegarrrrrrrrr, mati aku.
Tak berselang lama, telpon pun kembali bergetar tanda sms masuk. Terbaca disana, “Ayah coba tanyain PLN kapan nyalanya. Tinggal deretan kita aja yang masih mati,” bunyi sms dari istri di rumah. Kalau modelnya begini, saya berdoa semoga pak Dahlan Iskan (Dirut PLN) sering-sering ke Maskarebet.
Saya benar-benar menaruh besar pada bapak yang satu itu. Di tangannya, PLN menjelma menjadi perusahaan yang dulunya sangat dibenci, kini berangsur-angsur agak tidak dibenci. Saya mencatat beberapa kali pak Dahlan Iskan ke Palembang, belum pernah ada kejadian PLN mematikan lampunya. Lha ini, mati lampu kok selama 12 jam. Ya Allah, berikanlah kesabaran pada kami agar tidak mengumpat dan berkata jorok. Aamiiin.
Apa yang dikirim petugas disana baru lulus sekolah? atau jangan-jangan lantaran kena hujan paginya, tiang listriknya menjadi licin. Dan mereka harus menunggu benar-benar kering tiangnya tadi. Hingga para pekerja bisa dinyatakan aman ketika harus menaikinya.
Sampai kejadian semalam, telpon saya terus berdering dari para tetangga ada apa gerangan ini? “Mas cobo ditelpon, apo dio maksud PLN ni,” kata tetangga depan rumah. “Madai mati listrik dari pagi sampai malem,” keluhnya lagi.
Tak berhenti sampai disitu, telpon saya pun kembali berdering. Kali ini sahabat yang ada di Kebun Bunga pun protes. “Benar-benar keterlaluan. Gara-gara mati lampu, tedmon banyu kosong. Belum lagi kipas dak idop. PLN pay*h,” gerutunya.
Sebenarnya kalau mau ditulis semuanya, umpatan dan cacian menghujam ke Perusahaan Listrik Negara ini. beruntunglah si penulis tidak sampai hati menulis umpatan-umpatan para tetangga dan rekan-rekan. Kalau mati lampu barang 2-3 jam, masih bisa ditolerir. Lha ini matinya sampai 12 jam lebih. Praktis, warga hanya bisa pasrah tanpa daya.
Namun berita gembira sedikit menyeruak ke telinga saya selang satu jam kemudian. Pukul 22.00 Wib, saya mendapatkan laporan dari tetangga bahwa kompleks sudah nyala lampunya. Sayangnya dibalik berita suka itu, terselubung berita duka yang sangat mendalam. Ternyata, lorong tempat saya tinggal masih mati lampu. Praktis sekitar 10 rumah masih gelap gulita. Jlegarrrrrrrrr, mati aku.
Tak berselang lama, telpon pun kembali bergetar tanda sms masuk. Terbaca disana, “Ayah coba tanyain PLN kapan nyalanya. Tinggal deretan kita aja yang masih mati,” bunyi sms dari istri di rumah. Kalau modelnya begini, saya berdoa semoga pak Dahlan Iskan (Dirut PLN) sering-sering ke Maskarebet.
Saya benar-benar menaruh besar pada bapak yang satu itu. Di tangannya, PLN menjelma menjadi perusahaan yang dulunya sangat dibenci, kini berangsur-angsur agak tidak dibenci. Saya mencatat beberapa kali pak Dahlan Iskan ke Palembang, belum pernah ada kejadian PLN mematikan lampunya. Lha ini, mati lampu kok selama 12 jam. Ya Allah, berikanlah kesabaran pada kami agar tidak mengumpat dan berkata jorok. Aamiiin.
Rabu, 28 April 2010
Babak 16 Besar SFC Di Grup Neraka

PALEMBANG. PE – Ketangguhan Sriwijaya FC sebagai jawara bertahan benar-benar diuji. Lolos dari grup A dan menjadi jawara dengan mengkoleksi 10 poin, kini sudah menanti tim-tim superkuat di babak enambelas besar Piala Indonesia 2010. Mau tahu?
Laskar Wong Kito berada di grup J yang didalamnya sudah menanti Persija Jakarta, PSMP Mojokerto dan Persisam Samarinda. Itu adalah kenyataan yang mesti diterima ketika drawing babak 16 besar di Jakarta kemarin.
“Tentu saja kita sangat gembira bisa menjadi tuan rumah kembali pada babak 16 besar ini. Meski lawan-lawan yang dihadapi pada grup J ini bukanlah tim kacangan. Tapi kita cukup optimis bisa memenangi setiap laga. Mudah-mudahan saja kita bisa mengulang kembali prestasi gemilang seperti di babak 32 besar,” ujar Hendri Zainuddin manajer Sriwijaya FC.
Beruntung Sriwijaya FC memiliki keuntungan sebagai tuan rumah. Ya. babak 16 besar ini akan digelar di Kota Palembang dari 7-13 Mei mendatang. Tapi bukan hanya Palembang, masih ada tiga kota lain yang juga mendapat kehormatan sebagai tuan rumah, masih ada tiga kota lain yakni Bandung, Malang, dan Jayapura.
Nah. melihat keuntungan ini, Sriwijaya FC tak mau melepas peluang. Tentu saja, sebagai tuan rumah Sriwijaya FC anak lebih diuntungkan dengan posisinya sebagai tuan rumah. Dengan begini peluang Sriwijaya FC untuk menginjakkan kaki ke babak 8 besar akan semakin terbuka.
Hasil Undian Babak 16 Besar Piala Indonesia 2010
Grup J
Sriwijaya FC
PSMP Mojokerto
Persija Jakarta
Persisam Samarinda
Grup K
Persib Bandung
Persibo Bojonegoro
Persebaya Surabaya
Bontang FC
Grup L
Arema Indonesia
Persidafon
Pelita Jaya
Persela Lamongan
Grup M
Persipura Jayapura
Persikabo Bogor
Persik Kediri
PSM Makassar
Selasa, 27 April 2010
Kini RD Disuguhi Rumput Keren Malaysia
.jpg)
PALEMBANG. PE - Nampaknya hambatan untuk mengembangkan pola permainan karena kondisi lapangan yang buruk tak akan terjadi lagi ketika Sriwijaya FC bermain di stadion Shah Alam Selangor.
Pasalnya kondisi lapangan stadion termegah kedua di Malaysia itu sudah sangat standar, bahkan lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring kepunyaan Wong Palembang.
Menurut RD dengan kondisi lapangan yang demikan bagus, dirinya akan menggunakan pola permainan seperti biasa yakni pola permainan satu-dua sentuhan serta memungkinan pemain untuk bermain cepat. Jadi tak ada alasan lagi tak bisa mengembangkan pola permainan karena kondisi lapangan yang tidak pas. “Rumput stadion Shah Alam sangat bagus. Saya harap harap anak-anak bisa bermain cepat sesuai pola yang saya inginkan,” tambahnya.
Lebih lanjut RD mengharapkan anak asuhnya mampu menunjukkan ciri khas permainan Sriwijaya FC yang selama ini diusung. Ia juga bersyukur karena pada laga terakhir kondisi pemain Sriwijaya FC dalam kondisi yang baik dan tidak ada yang terkena cedera. Artinya pada laga sore ini (28/4) Sriwijaya FC akan bermain dengan kekuatan maksimal.
“Latihan kemarin hanya untuk menjaga kondisi fisik pemain. Sudah dua hari para pemain Sriwijaya FC tidak latihan. Mudah-mudahan tidak ada masalah kebugaran pemain dan tetap enjoy menjalani pertandingan terakhir di grup F,” ujar RD.
Tidak hanya RD saja yang memuji stadion Shah Alam, para pemain juga melontarkan hal yang sama. Saat menginjakkan kaki di stadion berkapasitas 60.000 penonton ini, para pemain Sriwijaya FC berdecak kamu. Itu karena stadion Shah Alam sangat megah dibandingkan dengan stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.
“Wah besar sekali stadionnya dan sangat megah. Stadion Shah Alam saya lebih bagus dari stadion Gelora Bung Karno Jakarta dan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring,” ujar bek muda Sriwijaya FC, Bobby Satria saat memasuki Stadion sembari mengambil foto untuk kenang-kenangan. MRD
Selangor FC vs Sriwijaya FC di babak 32 besar AFC Cup 2010
.jpg)
UJI KONSISTENSI
Selangor v Sriwijaya FC pukul 19.45 WIB
PALEMBANG. PE – Rasa cemas pasti membalut di tubuh skuadra Sriwijaya FC. Pasalnya tim besutan Rahmad Darmawan ini tengah menjadi tamu yang memang dinanti di Stadion Shah Alam Selangor menghadapi Selangor FC di partai yang sebenarnya tak terlalu berpengaruh lolos apa tidaknya SFC di partai 16 besar grup F.
Kemenangan pasti tujuan Sriwijaya FC bahkan Selangor FC pun tak ingin kehilangan muka di kandangnya sendiri. Untuk itulah RD mengungkapkan bahwa tidak mudah untuk mendapatkan poin di kandang Selangor. Kemenangan adalah harga yang sangat mahal utnuk Sriwijaya FC agar tetap berada di jalur puncak klasemen. Ini adalah ujian konsistensi permainan SFC yang selama ini dipertanyakan.
Pasalnya tim tuan rumah bakal mempertaruhkan gengsi sebagai tuan rumah dihadapan ribuan supporter Selangor. Becamex Binh Duong Vietnam saja mampu ditahan imbang dengan skor 0-0 pada laga perdana AFC Cup lalu (14/3). Sedangkan Victory SC mampu dibantai dengan skor 5-0.
“Kami tetap harus waspada kebangkitan tuan rumah Selangor. Meski sudah tidak lolos ke babak 16 besar, Selangor dipastikan akan mengakhiri pertandingan di grup F ini dengan happy ending. Tidak ada cara lain bagi Sriwijaya FC untuk mengalahkan Selangor,” ungkap Rahmad Darmawan pada sesi jumpa pers di kantor Football Association of Selangor (FAS) di distrik Shah Alam Selangor kemarin siang (27/4).
Lebih lanjut RD mejelaskan bahwa, mampu bermain imbang saja di kandang Selangor FA sudah merupakan capaian yang cukup bagus. Hal ini bukan karena ia dan pasukannya citu duluan, melainkan memang atmosfer permainan Selangor ketika menjadi tuan rumah tak bisa dihiraukan begitu saja.
“Saya rasa bisa menahan imbang Selangor cukup bagus. Apalagi mampu menang dengan skor 1-0 saja juga cukup bagis. di kandang Selangor. Ini akan menjadi pekerjaan yang sangat berat bagi Sriwijaya FC,” lanjut pria yang gemar memakai topi ini.
Tak ingin kecolongan dari tuan rumah, RD menegaskan agar semua anak asuhnya jangan sampai lengah dalam permainan bersama Selangor hari ini. Sebab kesalahan kecil saja bisa membuat hal yang fatal.
Hal senada juga dilontarkan oleh kapten tim Sriwijaya FC, Keith Kayamba Gumbs. Pemain jersey 17 ini juga tetap yakin timnya bisa meraih hasil maksimal. Karena didukung pemain lokal yang berkualitas. “Kami tetap fight dan berharap bisa mengalahkan Selangor FC. Itulah keuntungan kami karena kami punya pemain asing sedangkan Selangor tidak diperkuat pemain asing,” ujara Kayamba.
Sementara itu Selangor FA tidak mau kehilangan muka didepan pendukungnya sendiri. Pelatih Selangor K Devan tidak ingin anak asuhnya kehilangan poin di kandang sendiri. Selangor sendiri sedikit bergembira karena gelandang Hamzani sudah sembuh dari cedera meski tidak diperkuat oleh Khairul Anuar yang terkena akumulasi kartu kuning.
“Kekurangan kami hanya pada pemain import. Tidak adanya pemain asing membuat kami belum mampu bersaing dengan tim-tim di grup F. Meski demikian kami tetap berharap para pemain Selangor FA punya fighting spirit karena ini pertandingan terakhir di pentas AFC Cup,” harap pelatih keturunan India ini. MRD/JPNN
Klasemen sementara AFC Cup Grup F
1. Sriwijaya FC 5 3 1 1 13-3 10
2. Becamex 5 3 1 1 9-2 10
3. Selangor FA 5 1 1 3 7-12 4
4. Victory SC 5 1 1 3 2-14 4
Larang Pemain Asing Merumput di Negeri Jiran
.jpg)
Malaysia Haramkan Pesepakbola Asing!
PALEMBANG. PE – Memang tak bisa menampik kenyataan bahwa kekuatan sebuah tim terkadang bergantung pada materi pemain asingnya yang cukup mumpuni. Contohnya saja Sriwijaya FC yang diperkuat lima pemain asing, kemudian tim-tim lain yang juga tak ketinggalan untuk berlomba-lomba menggaet pemain asing entah dari eropa, cina atau lainnya.
Tak tahu kenapa fenomena demikian ini terus berlanjut. Tapi ternyata fenomena ini tak bisa berkembang di negeri Jiran (Malaysia red). Semua tim yang bermain di Malaysia tak diperbolehkan merekrut pemain asing, termasuk juga Selangor FC.
Selangor FC yang tak mau menggunakan tenaga asing menuding bahwa ini adalah fator utama mengapa tim besutan K Devan ini tak terlalu bagus dalam mengukir prestasi di ajang Asian Football Conferation (AFC) Cup 2010. Lihat saja tim Selangor FA (Malaysia) sudah kebobolan 12 gol dan hanya memasukkan 7 gol. Ini perolehan cukup parah tim asal negeri Jiran ini.
Meski terkesan alasan klise, namun alasan tak adanya pemain asing tim Selangor FA tak begitu kuat cukup masuk akal. Toh memang kenyataan kenyataannya memang tak bisa dipungkiri.
Hal ini diakui oleh sekretaris tim Selangor FA, Datuk Hamidin secara jantan. Menurutnya secara kualitas ada perbedaan besar dari timnya yang tak menggunakan legion asing dengan Sriwijaya FC yang memiliki tiga legion asing.
“Kami sadar tanpa pemain asing Selangor FA agak kesulitan untuk bersaing dengan tim-tim di grup F. tapi mau bagaimana lagi keputusan Football Association of Malaysia (FAS) tidak berkenan Liga Super Malaysia diperkuat pemain asing dan itu harus kami terima,” ujar Hamidin.
Ya, FAS atau PSSI Malaysia memberlakukan tidak menggunakan pemain asing sejak tahun 2008. meski cukup kontroversial tapi untuk pembinaan pemain local Malaysia cukup bagus. Hasilnya timnas U-23 Malaysia mampu merebut emas pada SEA Games XVVI di Laos 2009 lalu. Begitu juga dengan timnas senior mulai bisa bersaing dengan Negara-negara ASEAN.
“Mengenai wacana untuk menggunakan tenaga asing hanya di pentas AFC Cup juga belum ada pemikiran. Kami tetap menjalankan keputusan FAS meski di pentas AFC Cup babak belur tapi tidak di pentas internasioanal justru kami bisa merebut emas pada SEA Games Laos. Begitu juga dengan timnas senior bisa bersaing lagi dengan Negara-negara tetangga seperti Indonesia, Singapura, dan Thailand. Itu tujuan kami tidak memakai pemain asing,” tutup Hamidin.
Berbeda di indonesia, hampir separo pemain asing berdiam di sebuah klub profesional. Rasanya kurang afdol bagi tim kalau tidak menggunakan jasa pemain asing tersebut. Padahal kalau dilihat dari materi, pemain asing yang berada di indonesia kualitasnya juga tdiak terlalu mengkilap. MRD
Rabu, 21 April 2010
CAYO SFC

AKSI NASUHA
Meski imut, tak menghalangi nasuha mencoba beradu duel di angkasa. si Mungil ini ternyata mampu juga.. salut buang bung Nas.
TEGANG
Tak hanya pemain, RD dan Hendri Zainuddin pun demikian. keduanya tampak tak tenang dan ingin berdiri di pinggir lapangan mengawasi anak buahnya bermain di lapangan.
PESTA Sriwijaya FC
Sriwijaya fc vs Victory SC di babak 32 besar

SFC 5-0 VICTORY
LOLOS
(logo AFC Cup)
PALEMBANG. PE – Sriwijaya FC tampil kesetanan kala melawan Victory SC di babak penyisihan AFC Cup. Tak tanggung-tanggung, skor 5-0 (1-0) digelontor tanpa balas ke jala Faisal. Kemenangan ini makin mengokohkan Laskar Wong Kito berada di puncak klasemen dengan 10 poin di Grup F.
Sementara itu Binh Duong FC sukses menekuk Selangor FC 4-0. Binh Duong sama-sama mengemas 10 poin. Gol dalam helatan ini diciptakan Obiora pada menit ke- 28, 67 dan 89. Tak hanya Obiora yang mampu mencetak hattrick, Zah Rahan Krangar pun tak ketinggalan menyumbangkan satu gol di menit ke- 61. Terakhir Arif ”Keceng” Suyono pun kian menambah luka Victory SC pada menit ke- 75. Skor akhir 5-0 (1-0) untuk kemenangan mutlak Sriwijaya FC, sekaligus menasbihkan Sriwijaya FC melenggang ke ronde dua gelaran AFC Cup 2010 di babak 16 besar.
”Memang pada babak pertama pola permainan masih belum terlalu cepat. Cukup banyak peluang yang belum bisa dimaksimalkan anak-anak. Serangan- serangan yang dibangun masih terlalu mudah dipatahkan lawan,” ujar RD.
Sejak babak pertama dimulai, Sriwijaya FC sebenarnya sudah mengusai laga. Namun tak disangka pada babak pertama banyak peluang yang sia-sia dan tak mampu berbuah gol. Sebut saja peluang yang dimiliki M Nasuha pada menit ke- 14 melalui sundulan kerasnya. Sayang heading itu jatuh tepat dipelukan kipar Victory SC Faisal. Tak hanya Nasuha, tendangan keras Kayamba pada menit ke- 25 pun masih belum mampu menaklukkan Faisal.
Tak sampai disitu, meski serang demi serangan yang dilancarkan anak asuh Rahmad Darmawan pelatih Sriwijaya FC belum berwujud gol Kayamba cs tak putus asa. Alhasil pada menit ke- 28 berawal dari umpan tarik nan memanjakan yang disodorkan Zah Rahan pada Obiora dan sundulan itupun mampu mengoyak gawang yang dijaga Faisal ini.
Memang pergerakan serangan di babak pertama masih terkesan lamban. Tak puas dengan pola serangan yang belum efektif ini, RD pun mulai mengambil tindakan dengan memasukkan beberapa pemain. Nama-nama yang dimasukkan RD antara lain Ponaryo Astaman yang menggantikan M Aji pada menit ke- 49, Arif Suyono menggantikan Worabai pada menit ke- 54 dan Rahmat Rivai menggantikan Zah Rahan pada menit ke- 78.
Hasilnya tak sia-sia, babak kedua permainan Sriwijaya FC terdongkrak drastis dari babak pertama. Hal ini dibuktikan anak-anak Laskar Wong Kito dengan empat gol di babak kedua ini. Sebut saja gol tambahan yang dicetak Zah Rahan melalui titik putih. Gol ini berawal dari pelanggaran yang dilakukan oleh Sifat terhadap Toni Sucipto, hingga hadia penalty pun dihadiahkan oleh wasti yang memimpin laga.
Kemudian gol ketiga dilaga ini digeber oleh Obiora pada menit ke- 67 melalui umpan matang dari Kayamba. Lagi-lagi gol ini pun tercipta melalui sundulannya. Ketangkasan Arif Suyono pun kian membuat Sriwijaya FC di atas angin, gol yang ia ciptakan ini berasal dari umpan yang diberikan oleh Kayamba pad menit ke- 75. Terakhir gol penutup pun kembali diciptakan pemain bernomor punggung sembilan Obiora melalui tendangan kerasnya di luar kotak penalty.
“Babak kedua permainan anak-anak lebih indah, sentuhan satu duanya juga lebih hidup. Serangan yang dilakukan anak-anak juga lebih cepat jadi tak mampu dibaca lawan, alhamdulilah kita bisa lolos babak 16 besar,” tukas RD.
Dipihak lain, pelatih Victory SC Ali Suzain mengatakan bahwa kekalahan yang dialami tim besutannya ini memang tak bisa dipungkiri sebab Sriwijaya FC memang tim yang tangguh. Belum lagi dengan keberadaan tiga legiun asing (Zah, Kayamba, Obi red) yang memang terkenal tangguh.
“Memang SFC adalah tim berkualitas, jadi kita tak bisa pungkiri kalau kita memang kalah kualitas. Seperti kita ketahui, tim kita memang tak begitu banyak membuat peluang emas. Belum lagi kita tak punya pemain asing, semua lokal. Dengan kekalahan ini, kami harus siap menerima kenyataan tersingkir dari gelaran AFC Cup musim ini,” pungkas Ali. MRD
Klasemen Sementara Grup F AFC Cup 2010
1. SRIWIJAYA (IDN) 5 3 1 1 13 3 10 10
2. BINH DUONG FC (VIE) 5 3 1 1 9 2 7 10
3. SELANGOR (MAS) 5 1 1 3 7 12 -5 4
4. VICTORY SC (MDV) 5 1 1 3 2 14 -12 4
Selasa, 20 April 2010
SFC vs Victory SC di AFC Cup 2010

SFC vs Victory SC
NOW OR NEVER!
Jam 16.00 Wib di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring
PALEMBANG. PE – Sriwijaya FC akan menjalani laga paling bersejarah sepanjang musim ini. Tim kebanggaan wong Palembang ini akan menghadapi Victory SC sore ini (21/4) di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Laga ini akan menjadi penentu apakah Sriwijaya FC mampu melangkah diajang Asian Football Confederation (AFC) Cup 2010.
”Besok (hari ini red) pertandingan bersejarah karena ditentukan kita lolos atau tidak di ajang AFC. Bukan itu saja dalam pertandingan ini kita juga membawa nama negara di ajang internasional,” ujat RD.
Tak mau menelan kekalahan di kandang RD pun telah melakukan persiapan secara matang untuk menghadapi laga hari ini. Bahkan semua pemain yang ada dijajaran pemain inti Laskar Wong Kito ini juga sudah bisa diturunkan saat laga menjamu Sabah Mohamed Ibrahim cs, kapten Victory SC. Sore inilah saat yang tepat bagi Laskar Wong Kito menunjukkan kelasnya sebagai tim dan lolos di grup F ke babak 16 besar atau tak selamanya.
Masih menurut RD, dalam menghadapi Victory nanti tak banyak taktik dan strategi yang dirombak dalam tubuh skuadranya. Seperti yang diketahui, biasanya Victory SC bermain dengan strategi 4-3-2-1, jadi hampir sama dengan strategi yang digunakan beberapa tim di Indonesia.
“Tinggal bagaimana lagi anak-anak bisa menerapkannya di tengah lapangan. Saya harap anak-anak bermain tak terlalu tegang dan menikmati jalannya laga. Sebab jika terlalu tegang kita akan sering membuat kesalahan sendiri,” jelas RD.
Sementara itu dipihak lain, Ali Suzain selaku pelatih Victory SC mengatakan bahwa Sriwijaya FC adalah tim yang tangguh. Tentu bukan hal yang mudah untuk mengalahkan tim satu ini. Belum lagi beberapa laga kandang Victory SC di gelaran AFC Cup 2010 ini bisa dibilang cukup buruk.
Bayangkan saja pada laga terakhinya anak asuh Ali mendapat kekalahan memalukan 5-0 ketika bertandang ke kandang Selangor FC. Namun meski hasil buruk yang diperoleh dalam setiap laga kandangnya ini, Ali yakin anak asuhnya bisa meraih poin di kandang Sriwijaya FC kali ini.
”Memang kita tahu betul SFC adalah tim yang kuat, mereka punya pemain yang membahayakan. Kemudian laga kandang kita memang sedikit buruk, tapi kita masih tetap yakin bisa meraih kemenangan. Setidaknya kita akan memberi permainan terbaik kita,” tutup Ali. MRD.
HEAD TO HEAD
23-02-2010 AFC Cup Victory 0 - 0 Sriwijaya FC
LIMA LAGA SFC
24-03-2010 AFC Cup Sriwijaya FC 1 - 0 Binh Duong
27-03-2010 Super Liga PSPS Pekanbaru 2 - 0 Sriwijaya FC
01-04-2010 Super Liga Persijap Jepara 1 - 1 Sriwijaya FC
06-04-2010 AFC Cup Binh Duong 2 - 1 Sriwijaya FC
10-04-2010 Super Liga Persela Lamongan 3 - 1 Sriwijaya FC
LIMA LAGA VICTORY SC
16-03-2010 AFC Cup Binh Duong 3 - 0 Victory
24-03-2010 AFC Cup Victory 2 - 1 Selangor
27-03-2010 Dhivehi League Victory 2 - 0 AYL
06-04-2010 AFC Cup Selangor 5 - 0 Victory
11-04-2010 Dhivehi League Victory 3 - 0 Thoddoo
Line Up
Sriwijaya FC (4-4-2)
(K) Ferry Rotinsulu
(B) Charis Yulianto, Amrizal, Isnan Ali,
(T) Toni Sucipto, Zah Rahan, Nasuha, M Aji
(D) Kayamba, Obiora
Victory sc (4-3-2-1)
(K) Mohamed Nishah
(B) Sabah Mohamed Ibrahim, Jameel Mohamed, Hussain Niyaz, Ali Shareef.
(T) Ashraf Luthy, Ismail Mohamed, Mohamed Sifan.
(G) Muchtar Naseer, Ibrahim Fazeel
(D) Hussain Zimas (striker)
Minggu, 18 April 2010
Mustopa Aji Akhirnya Dimainkan

Nasuha-Aji Pecahkan kebuntuhan
PALEMBANG. PE – Lagi-lagi pemain serba bisa ini menjadi seorang penyelamat bagi permainan Sriwijaya FC. Pasalnya pada laga menjamu Persikabo Bogor kemarin (18/4), Pavel cs sempat keteteran membangun serangan ketika Nasuha masih nongkrong di pinggir lapangan. Bukan hanya Nasuha, Mustofa Aji pun tak kalah penting untuk mendongkrakan permainan Sriwijaya FC dilaga ini.
Tepat pada menit ke- 70 ketika M Nasuha masuk menggantikan Oktavianus boleh dibilang momentum kebangkitan permainan Sriwijaya FC pada laga ini mulai muncul. Beberapa serangan yang dibangun hampir membuahkan gol dan membuat barisan belakang Persikabo Bogor kocar kacir.
Buah manis dari hasil kerja kerasnya terlihat pada menit ke- 78 saat Pavel mampu mendulang gol dari umpan matang Obiora. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari kerja keras pemain seba bisa ini dalam menyuplai bola ke lini depan Sriwijaya FC.
”Kehadiran Nasuha di tengah lapangan memang cukup memberikan nafas baru bagi permainan kita. Dia bisa memecah kebuntuan dalam menelisik lini pertahanan lawan,” ujar RD.
Menurut RD, pada awalnya dirinya tak berniat menurunkan Nasuha. Karena memang Nasuha akan diistihatkan dalam laga ini. Tapi mengingat kebutuhan tim yang memerlukan seorang pemain berpengalaman untuk menembus kebuntuhan di lini belakang lawan maka Nasuha lah pilihannya.
Bukan hanya Nasuha, Mustofa Aji yang notabenenya salah satu pemain yang jarang diturunkan pun hari nampaknya ikut bersinar. Pasalnya sejak diturunkan pada menit ke- 84 dengan menggantikan posisi Alamsyah, ia juga ikut memberi variasi serangan bagi Laskar Wong Kito.
Buktinya ia mampu memberikan umpan manja pada Arif Suyono menit ke- 88 yang membuat kemenangan Sriwijaya FC menjadi berlipat. ”Aji main bagus kali ini, saya tak menyangka dia bisa semaksimal itu. Melihat penampilannya hari ini, saya kira dia punya kesempatan besar untuk saya turunkan dilaga berikutnya,” pungkas RD. MRD
zah rahan dan Gumbs Diistirahatkan

Gumbs-Zah Disimpan
PALEMBANG. PE – Sriwijaya FC ternyata bisa menang meski tanpa seorang Zah Rahan dan Kayamba Gumbs. Di pertandingan Piala Indonesia di Grup A, SFC sukses menekuk Persikabo Bogor dengan skor telak 3-1 (1-1).
Hal ini dilakukan guna mempersiapkan laga lawan Victory SC pada Rabu (21/4) mendatang di helatan Asian Football Confederation (AFC) Cup 2010. Tak ingin melepas satu laga pun ditiga kompetisi sepakbola baik nasional maupun internasional (Copa, ISL, AFC Cup red) RD pun melakukan berbagai strategi antara lain sengaja mengistirahatkan dua pilar utamanya Kayamba dan Zah Rahan.
Karena disadari betul dua pemain ini memang dua pemain yang hampir tak pernah absent di setiap laga Sriwijaya FC. “Memang hari ini (kemerin red) beberapa pemain pilar kita sengaja saya istirahatkan. Karena memang mereka sudah terlalu capek. Ini juga sebagai upaya untuk mengantisipasi laga di Rabu nanti,” ujar RD.
Terlepas dari apa pun, laga melawan Victory SC nanti memang menjadi laga penentu langkah Sriwijaya FC dihelatan AFC Cup 2010. Jika mampu mendulang kemenangan dari laga ini maka bisa dipastikan Laskar Wong Kito julukan Sriwijaya FC berhak melangkah ke babak selanjutnya. ”Laga lawan Victory SC nanti memang menjadi penentu bagi perjalanan kita di laga AFC,” jelas RD singkat.
Melihat kondisi tim lawan, RD mengakui victory adalah tim yang cukup kuat. Materi pemain yang dimiliki juga tak kalah baik, makanya dia tak mau memandang sepeleh tim lawan. “Kita memang harus bersiap secepat mungkin, terutama untuk mengembalikan kondisi pemain, karena tim tamu bukanlah tim sembarangan. Salah sedikit bisa fatal,” kata RD.
Masih menurut RD, yang paling membahayakan dari permain tim asal Maldives ini adalah sisi sayap kiri dan kanan yang diisi oleh M Sifan dan Shobah Ismail. Untuk itulah RD berencana akan memberi instruksi khusus pada anak didiknya untuk menjaga dua pemain berbahaya ini.
“Mereka punya pola permainan yang bagus dan materi pemain mereka juga tak kalah mentereng. Tapi sayap kiri dan kanan mereka memang sangat bahaya, nanti kita akan adakan penjagaan khusus,” tukas RD. MRD
Sriwijaya fc vs Persikabo

Piala Indonesia 2010
Sfc vs Persikabo 3-1 (1-1)
AKHIRNYA
PALEMBANG. PE – Sempat tertatih-tatih di babak penyisihan, Sriwijaya FC akhirnya menjadi juara grup A dan dipastikan lolos di Piala Indonesia 2010 ke babak 16 Besar. Kemarin, Laskar Wong Kito itu sukses mengandaskan hegemoni Persikabo Bogor dengan skor telak 3-1 (1-1) di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring.
Pada laga kali ini, justru Sriwijaya FC tertinggal lebih dulu pada menit ke- 14 melalui gol Septian Suharlan. Namun tak bertahan lama, gol balasan pun dilancarkan oleh Arif Suyono pada menit ke-38 dan ke-88. Tak cukup satu gol saja, anak-anak Sriwijaya FC menambah pundi-pundi golnya melalui kaki Pavel Solomin ke-78. kemenangan ini membawa SFC ke puncak klasemen dengan 7 poin. Sementara itu Persikabo diperingkat kedua dan berhak mendampingi SFC ke babak 16 besar dengan 6 poin.
Jalannya laga pada pertandingan ini berjalan cukup alot, pada babak pertama anak-anak Sriwijaya FC bermain penuh keraguan. Pasalnya ada beberapa pemain yang telah lama tak merumput dan baru pulih dari cedera diturunkan pada laga ini. Wajar jika anak asuh Rahmad Darmawan pelatih Sriwijaya FC bermain tak terlalu agresif di babak pertama ini.
”Memang anak-anak bermain penuh keraguan pada babak pertama. Baru pada menit ke- 30 anak-anak mulai menemukan permainan mereka. Hal ini disebabkan karena ada beberapa pemain yang baru pulih dari sembuh seperti Obi, Arif, dan Preciuos,” beber RD.
Barulah pada menit ke- 30 permainan Sriwijaya FC mulai berkembang. Hasilnya pada menit ke- 38 saat Keceng julukan Arif Suyono mencetak gol ke gawang Edy Kurnia. Gol ini berawal dari umpan Pavel Solomin yang disambar Arif dan berbuah gol. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua permainan Sriwijaya FC kian membaik, serangan demi serangan dilancarkan anak asuh RD. Meski belum mampu berbuah gol, serangan ini cukup merepotkan lini belakang Laskar Pajajaran julukan Persikabo Bogor. Masuknya M Nasuha pada menit ke- 70 yang menggantikan Oktavianus agaknya telah merubah arah permainan Sriwijaya FC. Boleh jadi kebuntuhan yang diderita Pavel cs mulai terpecah dengan kehadirannya.
Alhasil kerja keras anak-anak Laskar Wong Kito ini berbuah manis pada menit ke- 78 melalui gol yang digelontorkan oleh striker mungil Pavel Solomin. Gol Pavel kali ini berawal dari asis yang diberikan Obiora.
Tak hanya dua gol itu saja, pada menit ke- 88 Arif Suyono kembali menjadi momok menakutkan bagi Rodrigo cs dengan gol cantiknya. Gol ini sendiri boleh dibilang gol unik. Gol unik Arif ini berawal dari umpan matang Mustofa Aji dimulut gawang dan disambar Keceng dengan menggunakan dada kirinya.
Bukan hanya Sriwijaya FC, tim tamu pun tak kalah ganasnya. Buktinya mereka mampu membuka gol pada laga kali ini pada menit ke- 14 melalui gol Septian Suharlan. Tak hanya gol ini saja. Beberapa peluang emas yang diperoleh Rodrigo juga cukup merepotkan Hendro Kartiko.
Menurut pelatih Persikabo Iwan Setiawan, memang Sriwijaya FC adalah salah satu tim tangguh. Belum lagi pelatih yang membesut tim tuan rumah juga tak kalah hebatnya. Jadi melihat hasil yang dicapai anak asuhnya Iwan mengaku cukup puas dan bangga dengan permainan mereka.
”Memang kita tahu betul siapa SFC itu, tim ini adalah tim tangguh. Bukan itu saja, Bang Rahmad selaku pelatih adalah seorang pelatih yang sangat bagus. Malahan dia adalah idola saya, tapi saya punya niatan suatu saat saya sangat ingin mengalahkan anak asuh Bang Rahmad. Satu hal lagi, merupakan suatu kehormatan bisa pertadingan melawan SFC hari ini,” tukas RD. MRD
Klasemen Akhir di Grup A Piala Indonesia 2010
1. Sriwijaya FC 3 2 1 0 7-1 7
2. Persikabo bogor 3 2 0 1 6-1 6
3. PSPS Pekanbaru 3 0 2 1 1-3 2
4. Semen Padang 3 0 0 2 2-5 1
Rabu, 14 April 2010
Sriwijaya fc seri melawan PSPS

Piala Indonesia 2010
Sriwijaya FC 1-1 PSPS Pekanbaru
START JELEK!
PALEMBANG. PE – Mimpi menggenggam poin absolute meraih kemenangan sirna seketika. Dzumafo Epandi lah yang merusak pesta di menit injury time tepatnya dimenit ke-92 melalui tendangan bebasnya. Akhirnya, pertandinagn SFC vs PSPS di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring berakhir dengan kedudukan 1-1 (0-0).
Sedangkan gol Sriwijaya FC sukses dilesakkan sang Belut, Oktavianus dimenit ke-47. Seperti diprediksi kemarin, jalannya laga dua kesebelasan ini memang berlangsung panas dan keras. Hasil seri ini pastinya menjadi catatan buruk di laga perdana Piala Indonesia 2010.
Bermain dikandang sendiri ternyata masih belum mampu menjadi modal pasukan Rahmad Darmawan untuk menundukkan kegagahan Isnaini cs. Meski tak mampu meraih poin penuh tapi setidaknya anak asuh Abdurahman Gurning ini bisa menahan imbang.
Menurut RD permainan anak asuhnya hari ini memang cukup baik, terbukti dari penguasaan bola yang diperagakan Charis cs. Hanya saja mereka bermain terlalu tegang, sehingga banyak kesempatan yang terbuang percuma. “Sebenarnya secara keseluruhan anak-anak bermain baik, tapi karena bermain terlalu tegang makanya kita sering menyianyiakan kesempatan,” tukas RD.
Seperti biasa sejak menit pertama Sriwijaya FC telah menguasai jalannya laga. Dari ball position nampak jelas anak asuh RD lebih mumpuni. Banyak kesempatan yang tercipta dibabak pertama, sebut saja terobosan cantik dari Zah Rahan pada menit ke- 4, umpan kepada Kayamba dan disambar oleh Pavel hampir saja merepotkan gawang PSPS Pekanbaru yang dinaungi oleh Fance Haryanto. Beruntung tendangan keras Pavel itu masih bisa diamankan Fance.
Memasuki babak kedua pola permainan Sriwijaya FC tetap konstan, bahkan terkesan lebih berkembang. Alhasil dua menit jalannya babak kedua tepatnya pada menit ke- 47, Gol pertama Sriwijaya FC pun tercipta dari tandukan Oktavianus. Gol ini berawal dari tendangan bebas yang diambil oleh Zah Rahan, kemudian dengan cepat Si Belut (julukan Oktavianus red) menyambar dan menggetarkan gawang Haryanto.
Tak puas dengan satu gol, anak asuh RD pun mulai menggila. Beberapa peluang emas kembali tercipta, seperti yang diperoleh Oktavianus pada menit ke- 56. Tendangan keras kaki kirinya masih mampu ditepis penjaga gawang Askar Bertuah. Dengan menaiknya tensi permainan anak asuh Gurning pun tak mau kalah. Dengan masuknya Dzumafo Epandi Herman yang menggantikan Rusdianto pada menit ke- 48 semakin menambah daya gedor serangan PSPS Pekanbaru. Bukan hanya Dzumafo, Gurning pun menyuntikkan dua tenaga baru lainnya yakni Deddy Gesmawan (Septi Hadi) menit ke- 50 dan Rusdianto (Ade Suhendra) menit ke- 79.
Tak kalah Kubu Sriwijaya FC pun memasukkan dua pemain cadangannya yakni Toni Sucipto (Alamsyah) menit ke- 60 dan M Nasuha (Isnan Ali) menit ke- 79. Maksudnya untuk membantu memperkuat lini pertahanan Sriwijaya FC. Tapi apa mau dikata, kenyataan berkata lain. Pada masa injury time kegigihan anak asuh Gurning membuahkan hasil. Tepat pada menit ke- 92 PSPS Pekanbaru mampu mencetak gol balasan dari kaki Dzumafo melalui kemelut gawang. Skor 1-1 (0-0) pun tetap terjaga hingga peluit panjang berbunyi.
“Alhamdulilah anak-anak bisa menyamakan kedudukan dengan SFC, seperti yang saya katakan kemarin. Kami tak memasang target muluk-muluk. Menang alhamdulilah, draw syukur, kalah pun ngga apa-apa. Yang penting anak-anak bermain baik. Nampaknya kita lagi beruntung, karena gol yang kita citpakan terjadi di menit-menit akhir,” tutup Gurning. MRD
HEAD TO HEAD Sriwijaya FC vs PSPS Pekanbaru
14-04-2010 Piala Indonesia Sriwijaya FC 1-1 PSPS
27-03-2010 Super Liga PSPS 2 – 0 Sriwijaya FC
09-01-2010 Super Liga Sriwijaya FC 1 - 0 PSPS
31-08-2005 Divisi Utama Sriwijaya FC 4 - 1 PSPS
18-05-2005 Divisi Utama PSPS 3 - 0 Sriwijaya FC
Selasa, 13 April 2010
Bintang Sriwijaya FC yang meredup

INIKAH BINTANG?
Bermaterikan pemain bintang ternyata tak membuat SFC berjalan mulus. pertandingan demi pertandingan selalu diwarnai kekalahan dan kemenangan. sungguh ironis memang, betapa rapuhnya lini belakang Laskar Wong Kito yang katanya pemain berlabel pemain timnas..
sebut saja Precious (timnas Singapura), Charis, Isnan Ali, Worabay (timnas paling senior di indonesia). tapi apa? semua kacau balau!!
kalau memang usia sudah menjadi kendala, kenapa RD tak mencoba mempercayakan pada tenaga muda. masih banyak yang potensial. Bobby, Nanak dan juga Slamet Riyadi patut menjadi pilihan.
katanya mencoba memainkan pemain multiplayer. buktinya. Worabay yang hanya mengandalkan kaki kanan selalu mendapat tempat spesial dihati RD. tak hanya itu, Isnan Ali pun demikian. katanya Rotasi, mana?????????
Sriwijaya FC songsong Piala Indonesia
LAGA PEMBUKTIAN SFC di PIALA INDONESIA
PEMBUKTIAN ZAH RAHAN

Kini saatnya melupakan ISL dan fokus di Piala Indonesia. nasib SFC ada di kaki kamu Zah Rahan... sekarang atau tak selamanya!!
RINDU BOBBY

anda muda nan enerjik. tapi keberuntungan belum berpihak pada Bobby. akankah kau bersama SFC di bangku cadangan selamanya? sedangkan para seniornya sudah kehabisan nafas dan kecepatan yang menyusut tajam.. tolong pertimbangkan!!
PEMBUKTIAN ZAH RAHAN

Kini saatnya melupakan ISL dan fokus di Piala Indonesia. nasib SFC ada di kaki kamu Zah Rahan... sekarang atau tak selamanya!!
RINDU BOBBY

anda muda nan enerjik. tapi keberuntungan belum berpihak pada Bobby. akankah kau bersama SFC di bangku cadangan selamanya? sedangkan para seniornya sudah kehabisan nafas dan kecepatan yang menyusut tajam.. tolong pertimbangkan!!
Minggu, 11 April 2010
rahmad darmawan

Kalah Terus, RD Tetap Pede
PALEMBANG. PE – Kekalahan demi kekalahan, tak sedikitpun menggoyangkan rasa percaya diri seorang Rahmad Darmawan (RD). kalah telak 1-3 saat bertandang ke stadion Surajaya makin menambah derita Laskar Wong Kito yang kini harus puas duduk diperingkat keenam dengan 41 poin dari 27 laga bertandingnya.
Menurut RD, tim besutannya masih bisa bersaing dengan tim besar lainnya yang menduduki posisi di papan atas. Meski gelar juara makin menjauh tapi ia yakin Laskar Wong Kito julukan Sriwijaya FC mampu menjaga posisi di papan atas. "Sriwijaya FC masih memiliki kesempatan bersaing dengan tim-tim papan atas ISL," beber RD.
RD melanjutkan tidak ada istilah melepaskan pandangan dari salah satu kompetisi pun. Tetapi semua laga yang ada harus dimaksimalkan. Untuk memperbaiki peringkat Laskar Wong Kito satu-satunya jalan adalah fokus hingga akhir kompetisi ISL.
"Artinya saya tetap harus fokus kepada ISL, Copa, dan AFC. Ketiganya tetap dijalani. Tentunya saya akan melakukan beberapa cara termasuk melakukan rotasi untuk tiga kompetisi ini," lanjut RD.
Namun khusus untuk Copa, RD benar-benar akan menjalani dengan maksimal karena SFC memiliki tradisi bagus di ajang ini, tetapi dengan catatan tidak mengurangi atau menomorkan duakan kompetisi lainnya.
"ISL sangat penting, jika tidak diprioritaskan, maka kita akan terlempar dari persaingan empat besar," tutupnya. MRD
Sriwijaya FC kalah lawan Persela

PAYAH!
PALEMBANG. PE – Berlabel tim bertabur bintang, Sriwijaya FC tak berdaya di tanah Lamongan. Dalam laga melawan Persela Sabtu lalu, Laskar Wong Kito tertunduk malu 1-3 di laga lanjutan ISL. Kekalahan ini mutlak kesalahan lini belakang yang dikoordinasi Charis Yulianto dkk tak disiplin dalam menjaga daerahnya.
Kekalahan ini, Sriwijaya FC makin memperpanjang puasa menang di 6 laga tandang. Derita Sriwijaya FC semakin menjadi, sudah kalah diajang internasional Asian Football Confederation (AFC) Cup 2010. Gol pertama Persela berawal dari kesalahan antisipasi dari pemain belakang Sriwijaya FC terhadap penyerang lawan, asis yang disodorkan Zada kepada Dicky Firasat, membuahkan gol pada menit ker- 27 yang menggetarkan gawang Hendro Kartiko.
Gol kedua pun diceploskan oleh Dicky. Berawal dari serangan balik yang cepat Dicky menerima umpan jauh Zada, dengan cerdik Dicky menyelinap di antara pemain belakang Sriwijaya FC. Namun pergerakan yang sedemikian lincah itu lagi-lagi tak bisa dihentikan pemain belakang Sriwijaya FC yang salah kaprah dengan jebakan ofside mereka sendiri, sehingga Precious dan Charis membiarkan saja.
”Banyak hal-hal yang perlu kita perbaiki untuk menghadapi laga selanjutnya. Salah satunya lini belakang kita harus lebih konsentrasi. Yang jelas Rotasi tetap berlaku untuk laga depan,” tukas RD.
Memasuki babak kedua, SFC mengendalikan serangan. Namun duet Kayamba-Solomin sepertinya sulit membobol gawang Persela. Beberapa peluang didapatkan seperti tendangan Solomin masin melambung. Begitu juga tendangan keras Zah Rahan mampu ditepis dengan tenang oleh kiper Chorul Huda.
Memasuki menit ke-62 pelatih Rahmad Darmawan melakukan pergatian pemain. Octavianus dan Rahmat Rivai masuk menggantikan Ambrizal dan Ponaryo Astaman. Tapi hal ini rupanya belum mampu menggoyah pertahanan Persela. Justeru sebaliknya pada menit ke- 73 Sriwijaya FC kembali kebobolan, kali ini Martin Zada dengan leluasa menendang bola tanpa mendapatkan pengawalan lini belakang menundukkan Hendro Kartiko.
Beruntung pada menit ke- 87 Sriwijaya FC mampu memperkecil ketinggalan melalui sundulan Kieth Kayamba Gums yang memanfaatkan umpan matang dari M Nasuha. Kedudukan 3-1 (2-0) ini berakhir hingga peluit panjang berbunyi.
Menurut RD ketiga gol yang tercipta ini sebenarnya berawal dari serangan balik yang cepat dari anak-anak Laskar Joko Tingkir. RD melanjutkan hal ini memang menjadi salah satu kelebihan tim tuan rumah. ”Pemain lawan memang banyak mengandalkan serangan balik yang cepat, ini yang susah diantisipasi anak-anak, makanya kita harus menelan kekalahan,” pungkas RD. MRD
Laga Tandang Sriwijaya FC (Kalah: 10, Menang: 3, Draw : 3)
14-10-2009 Super Liga L Persiba Balikpapan 4 - 0 Sriwijaya FC
29-11-2009 Super Liga L Persiwa Wamena 3 - 0 Sriwijaya FC
02-12-2009 Super Liga W Persipura Jayapura 1 - 2 Sriwijaya FC
20-12-2009 Super Liga L Persema Malang 1 - 0 Sriwijaya FC
23-12-2009 Super Liga L Arema 3 - 0 Sriwijaya FC
16-01-2010 Super Liga L Persisam Samarinda 1 - 0 Sriwijaya FC
19-01-2010 Super Liga L Bontang PKT 3 - 1 Sriwijaya FC
30-01-2010 AFC Champion…L Armed Forces 3 - 0 Sriwijaya FC
10-02-2010 Super Liga W Persebaya Surabaya 0 - 2 Sriwijaya FC
13-02-2010 Super Liga W Persik Kediri 0 - 1 Sriwijaya FC
19-02-2010 Super Liga L Persija Jakarta 1 - 0 Sriwijaya FC
23-02-2010 AFC Cup D Victory 0 - 0 Sriwijaya FC
27-03-2010 Super Liga L PSPS Pekanbaru 2 - 0 Sriwijaya FC
01-04-2010 Super Liga D Persijap Jepara 1 - 1 Sriwijaya FC
06-04-2010 AFC Cup L Binh Duong 2 - 1 Sriwijaya FC
10-04-2010 Super Liga Persela 3 - 1 Sriwijaya FC
Jumat, 09 April 2010
Pavel Solomin

Persela – Sriwijaya FC
Gunakan Nyawa Serep
PALEMBANG. PE – Berat memang laga yang harus dihadapi Sriwijaya FC akhir-akhir ini. Bagaimana tidak? Setelah terpukul oleh kekalahan atas Becamex Binh Duong dengan skor 2-1 (1-0) pada laga Asian Football Confederation (AFC) Cup 2010 Selasa (6/4) beberapa hari lalu di Vietnam, kini Laskar Wong Kito julukan Sriwijaya FC harus melawat ke stadion Surajaya untuk melawan Persela Lamongan (10/4).
Derita kelelahan semakin menghantui anak asuh Rahmad Darmawan, belum pulih benar kondisi fisik Charis cs selepas melawan Binh Duong mereka sudah harus merumput kembali di kandang Persela Lamongan. Untung masih ada empat punggawa Sriwijaya FC dalam kondisi memungkinkan karena tak bermain kala Sriwijaya FC melawan ke Vietnam. Keempat inilah yang menjadi nyawa serep bagi tim kebanggaan Wong Sumsel itu.
Seperti diketahui empat pemain itu adalah Pavel dan Precious memang tak terdaftar di ajang AFC Cup 2010, kemudian Toni yang terkena akumulasi kartu sementara Keceng yang mendulang kartu merah saat Sriwijaya FC menghadapi Binh Duong di kandang beberapa waktu lalu.
“Kondisi fisik anak-anak memang sedang menurun, selain kelelahan karena jadwal dan masa recovery yang mepet. Tapi juga, anak-anak kelelahan karena perjalanan panjang yang harus dilakuka,” tukas Rahmad Darmawan pelatih Sriwijaya FC.
RD juga mengakui bahwa empat pemain pilarnya yang tak bermain di laga AFC Cup 2010 kemarin merupakan keuntungan tersendiri. Karena dengan kondisi fisik yang baik dari empat pemain pilar ini diharapkan mampu menjaga pola permainan Sriwijaya FC.
”Kita masih punya empat pemain yang tak main di Vietnam kemarin, saya rasa fisik mereka lebih terjaga. Dan ini menjadi keuntungan tersendiri buat kita. Nantinya mereka bisa kita mainkan untuk membantu lini depan dan belakang tim,” lanjut RD.
Hendri Zainudin juga mengakui bahwa dengan adanya empat pemain ini bisa memberikan hasil positif dalam kunjungan Sriwijaya FC ke kandang Persela Lamongan besok (10/4).
”Memang pemain lagi kecapean betul, saya harap empat pemain kita yang dalam kondisi baik ini bisa beri kemenangan buat tim,” pungkas Hendri. MRD
head to head Persela vs Sriwijaya FC
09-12-2009 Super Liga Sriwijaya FC 2 - 1 Persela Lamongan
14-05-2009 Super Liga Persela Lamongan 0 - 0 Sriwijaya FC
05-08-2008 Super Liga Sriwijaya FC 2 - 1 Persela Lamongan
07-08-2007 Divisi Utama Persela Lamongan 2 - 2 Sriwijaya FC
29-04-2007 Divisi Utama Sriwijaya FC 5 - 1 Persela Lamongan
Lima Laga Terakhir Persela Lamongan
04-03-2010 Super Liga Persela Lamongan 0 - 1 Persiba Balikpapan
10-03-2010 Super Liga Persela Lamongan 0 - 0 PSM Makassar
21-03-2010 Super Liga Persebaya Surabaya 2 - 0 Persela Lamongan
24-03-2010 Super Liga Persema Malang 1 - 2 Persela Lamongan
04-04-2010 Super Liga Persela Lamongan 1 - 0 Persib Bandung
Lima Laga Terakhir Sriwijaya FC
20-03-2010 Super Liga Sriwijaya FC 1 - 0 Arema
24-03-2010 AFC Cup Sriwijaya FC 1 - 0 Binh Duong
27-03-2010 Super Liga PSPS Pekanbaru 2 - 0 Sriwijaya FC
01-04-2010 Super Liga Persijap Jepara 1 - 1 Sriwijaya FC
06-04-2010 AFC Cup Binh Duong 2 - 1 Sriwijaya FC
Rabu, 07 April 2010
sriwijaya fc vs Persela
.jpg)
PETAKA APRIL!
PALEMBANG. PE – Pantas jika bulan April disebut sebagai bulan “sial” alias petaka buat Sriwijaya FC. Bagaimana tidak? Tim besutan Rahmad Darmawan ini harus berjibaku di sembilan laga dari tiga even sepakbola besar dalam dan luar negeri yakni Indonesia Super League (ISL), Copa Indonesia, dan terakhir ajang Asian Football Confederation (AFC) Cup bulan ini (April red) untuk musim kompetisi 2009/2010.
Masa berat bulan April ini sudah dimulai sejak hari pembuka bulan april kemarin (1 April red), tim besutan Rahmad Darmawan mengawali bulan April ini dengan berhadapan dengan Persijap Jepara di kandang mereka. Pada laga pembuka April ini, Sriwijaya FC hanya mampu mendulang hasil imbang 1-1 (0-1) di gelaran ISL 2009/2010.
Setelah bersantai sejenak, Charis pun melanjutkan petualangan ke Vietnam untuk menjalani laga lanjutan di ajang AFC Cup 2010. Pada laga kali ini Sriwijaya FC harus menghadapi ketangguhan Becamex Binh Duong yang bermain baik di depan public sendiri. Alhasil kekalahan pun mau tak mau harus ditelan Laskar Wong Kito julukan Sriwijaya FC. Beruntung kekalahan 2-1 (1-0) atas Binh Duong belum mampu menggeser posisi Sriwijaya FC di pemuncak klasemen sementara grup F ajang AFC Cup ini.
Bukan hanya dua laga ini saja, pada bulan April ini Sriwijaya FC masih harus berjuang menyelesaikan 7 pertandingan lagi di tiga kompetisi (ISL, Copa, dan AFC red). Terhitung sejak hari ini (8/4), Sriwijaya FC mempunyai waktu 21 hari lagi untuk menyelesaikan 7 pertandingan tersebut. Artinya masa recovery alias masa rehat bagi para pemain pun hanya berkisar tiga hari saja. Bukan saja masa recovery, perjalanan jauh yang harus ditempuh pasukan Rahmad Darmawan pun merupakan tambahan kesengsaraan bagi Kayamba cs.
"Memang jadwal di bulan April ini sangat padat. Bayangkan 7 pertandingan dalam 21 hari, ini pasti akan membuat anak-anak kelelahan. Tapi bagaimana pun kita harus mampu menjalaninya, secepat mungkin kita harus cari solusinya,” ujar RD.
RD juga menjelaskan bahwa ia dan anak asuhnya selepas dari Vietnam akan lasngsung bergerak ke Lamongan untuk bertamu menghadapi Persela Lamongan Sabtu (10/4) mendatang pada laga lanjutan ISL 2009/2010. Belum usai samapi disitu, pada laga selanjutnya Sriwijaya FC akan membuka gelaran Copa Indonesia dengan menghadapi PSPS Pekanbaru Rabu, (14/1) nanti di Jakabaring.
Untuk menyiasati hal ini, RD tak punya pilihan lain selain memakai pola rotasi yang terus menerus. Jika tak seperti ini, maka bahaya cedera tentu akan sangat mudah menghampiri para pemain.
”Seperti pada setiap pertandingan lalu, saya selalu memberlakukan sistem rotasi dalam tim. Karena untuk saat ini, hanya inilah yang bisa kita lakukan. Saya cukup khawatir dengan padatnya laga, bisa membayakan fisik pemain yang bisa kapan saja kena cedera,” tukas RD.
Beruntung pada laga kedua Copa Indonesia Sriwijaya FC masih main di kandang sendiri dengan menjamu Semen Padang (16/4). Masih dalam rangkaian Copa Indonesia, Sriwijaya FC akan kembali main tandang pada (18/4) menghadapai Persikabo. Berlanjut tiga hari kemudian, RD dan pasukannya akan menjamu Victory SC pada ajang AFC Cup 2010.
Nah untuk dua laga terakhir di bulan April, Sriwijaya FC akan melakukan laga away. Pertama pada (24/4) Charis cs akan bertamu ke Persitara Jakarta Utara dan terakhir mereka juga akan bertandang ke Malaysia kandangnya Selangor FC. MRD
Jadwal 9 Laga SFC Bulan April
1 April 2010 Persijap Jepara vs SFC (ISL)
6 April 2010 Binh Duong vs SFC (AFC Cup)
10 April 2010 Persela Lamongan vs SFC (ISL)
14 April 2010 SFC vs PSPS Pekanbaru (Copa)
16 April 2010 SFC vs Semen Padang (Copa)
18 April 2010 Persikabo vs SFC (Copa)
21 April 2010 SFC vs Victory SC (afc cup)
24 April 2010 persitara vs SFC (ISL)
28 April 2010 Selangor FC vs SFC (AFC Cup)
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)